Minggu, 13 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Alkaloid untuk Makhluk Hidup

Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tumbuhan. Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors),didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Alkaloid bersifat detoksifikasi, bekerja menetralkan racun dalam tubuh.
Alkaloid telah dikenal selama bertahun-tahun dan telah menarik perhatian terutama karena pengaruh fisiologinya terhadap mamalia dan pemakaiannya di bidang farmasi, tetapi fungsinya dalam tumbuhan hampir sama sekali kabur. Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid. 
Beberapa contoh senyawa alkaloid dan fungsinya bagi makhluk hidup :

Nama alkaloid
Fungsi
Kafein
Menenangkan saraf, menghambat rasa kantuk
Nikotin
Menstimulasi kerja saraf otonom
Morfin
Penahan rasa sakit (analgesik)
Kodein
Penahan rasa sakit, obat batuk
Atropin
Obat tetes mata
Kokain
Penahan rasa sakit
Piperin
Bioinsektisida
Quinin
Obat penyakit malaria
Saponin
Antibakteri
Vinblastin
Obat kanker
Vinkristin
Obat kanker
Ergotamin
Analgesik pada migrain
Mitraginin
Analgesik dan antitusif
Reserpin
Obat disfungsi ereksi
Epedrin
Mempengaruhi konstriksi pembuluh darah
Nikotin
Bahan aktif dalam rokok
Meskalin
Berefek halusinogen
Psilosibin
Berefek halusinogen
Strikhnin
Racun yang sangat kuat

Beberapa jenis tanaman penghasil senyawa alkaloid dan manfaatnya bagi makhluk hidup :
1.      Mengkudu

Nama simplisia                  : Morindae citrifoliae
Nama Tanaman Asal         : Morinda citrifolia L.
Zat berkhasiat                   : Minyak atsiri, alkaloid
Penggunaan                       : Buah : Amandel, asma, batuk, disentri, hati & limfa membesar,

haid tidak teratur, tekanan darah tinggi, nyeri pinggang, Radang                
                                                amandel (obat kumur), radang tenggorokan (obat kumur), 
                                                sariawan (obat Kumur)
                                                Daun : Haid tidak teratur, obat cacing, kencing manis, Batuk (obat 
                                                 luar), limfa membesar (obat luar), mulas ( obat luar)
                                                Hipotensif, antelmintik, dan emenagog
2.      Som Jawa (ginseng jawa)

Nama simplisia                  : Talinum paniculati Radix
Nama Tanaman Asal         : Talinum paniculatum Jack. Gaertn.
Zat berkhasiat                   : Saponin, steroid, dan minyak atsiri
Penggunaan                       : tonik Pria (tonikum), digunakan pada kondisi badan lemah,                 
                                                berkeringat dingin, pusing, Aphrodisiak (penguat syahwat) batuk 
                                                dengan dahak dan darah, radang paru-paru, diare, banyak
                                                kencing, haid tidak teratur, ASI sedikit, keputihan.
                                                Aprodisiak, anti inflamasi, antibengkak, menguatkan paru-paru.

3.      Srikaya

Nama simplisia                  : Annonae Radix, Annonae Cortex
Nama Tanaman Asal         : Annona squamosa L.
Zat berkhasiat                   : borneol, camphol, terpene, alkaloid anonain
Penggunaan                       : stres, menghilangkan nyeri tulang punggung, sembelit
                                                Pencahar
4.      Pegagan

Nama simplisia                  : Centellae Herba
Nama Tanaman Asal         : Centella asiatica L. Urban.
Zat berkhasiat                   : Alkaloid hidrokotilina, glikosida asiatikosida, oksiasiatikosida, 
saponin, asam isotankunat, asam betulinat, minyak lemak, dan minyak atsiri
Penggunaan                        : Asma, batuk, batu ginjal, bronkitis, campak, Demam,
                                                disentri, hati sakit, hepatitis, infeksi saluran kemih, keputihan, 
                                                membangkitkan nafsu makan, penawar racun jengkol, penenang  
                                                ringan, radang amandel, sariawan usus, sakit tenggorokan, 
                                                selesma, wasir, luka bernanah (obat luar), sakit kulit (obat luar)
                                                Antipiretik, diaforetik, diuretik, dan infeksi

5.      Merica Hitam

Nama simplisia                  : Piperis nigri Fructus
Nama Tanaman Asal         : Piperis nigri
Zat berkhasiat                   : saponin, flavonoida, minyak atsiri, kavisin, resin, zat putih telur, 
                                                amilum, piperine, piperiline, piperoleine, poperanine, piperonal,  
                                                dihdrokarveol, kanyo-fillene oksida, kariptone, tran piocarrol, dan 
                                                minyak lada
Penggunaan                      : melancarkan menstruasi, meredakan serangan asma, meringankan 
                                                gejala rematik, mengatasi perut kembung, serta menyembuhkan  
                                                rasa sakit kepala

6.      Bunga Pukul Empat

Nama simplisia                  : Mirabilidis Radix
Nama Tanaman Asal         : Mirabilis jalapa L.
Zat berkhasiat                   : Mirabilidis Radix
Penggunaan                       : batuk, infeksi saluran kemih, keputihan, kencing manis,
                                                radang amandel, radang payudara, radang persendian, radang 
                                                prostat,   bisul (obat luar) dan eksem (obat luar)
                                                Anti inflamasi dan diuretik

7.      Bungur

Nama simplisia                  : Lagerstoemiae speciosa Cortex
Nama Tanaman Asal         : Lagerstroemia speciosa Auct. Non (L.)
Zat berkhasiat                   : Tanin, alkaloid, saponin, terpena dan glukosa
Penggunaan                       : Disentri, kencing darah, mencret

8.      Gandarusa

Nama simplisia                  : Gendarusa Folium ; Gendarusa Radix
Nama Tanaman Asal         : Justicia gendarussa Burm. F.
Zat berkhasiat                   : Alkaloid,saponin, flavonoid, polifenol
                                                Alkaloid yustisina dan minyak atsiri
Penggunaan                      : Haid tidak teratur, bisul (obat luar), memar (obat luar), patah 
                                                tulang (obat luar), radang kulit bernanah (obat luar),  rematik
                                                 (obat luar) dan sakit kepala  (obat luar)
                                                Analgesik, antipiretik, diaforetik, diuretik dan sedative

9.      Handeuleum (Daun wungu)

Nama simplisia                  : Graptophylli Folium
Nama Tanaman Asal         : Graptophyllum pictum L. Griff
Zat berkhasiat                   : Lendir, alkaloid, steroida,dan tannin
Penggunaan                       : Batu empedu, demam,dan wasir
Diuretik dan laksatif


Permasalahan :
   1. Pada saat mengisolasi alkaloid dari suatu sampel, alkaloid diekstrak dengan menggunakan pelarut tertentu. Menurut pendapat anda, apakah pelarut yang digunakan dalam mengisolasi alkaloid itu semua nya sama saja atau kah berbeda
    2. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat salah satu jenis senyawa alkanoid bernama nikotin yang terdapat pada rokok. Rokok sendiri kita tau bahwa sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Menurut pendapat anda apakah ada manfaat lain dari nikotin yang sebelum nya kita ketahui dia ini merupakan bahan aktif dalam rokok yang tidak mempunyai manfaat baik bagi tubuh kita?
    3. Buah sirsak yang mengandung alkaloid diyakini dapat menyembuhkan sembelit pada tubuh kita, Menurut pendapat anda apakah ada senyawa lain yang membantu dalam menyembuhkan sembelit ini yang terkandung dalam buah sirsak selain senyawa alkaloid? 





Kamis, 10 Oktober 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Alkaloid
      
    Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya dimana didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang akan dipakai untuk membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang di mana senyawa itu diisolasi. Jika setelah alkaloid itu dikaji, penggolongan sebuah alkaloid diubah menurut hasil pengkajian itu, biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya.

Istilah "alkaloid" (berarti "mirip alkali", karena dianggap bersifat basa) pertama kali dipakai oleh Carl Friedrich Wilhelm Meissner (1819), seorang apoteker dari Halle (Jerman) untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersifat basa (pada waktu itu sudah dikenal, misalnya, morfina, striknina, serta solanina). Hingga sekarang dikenal sekitar 10.000 senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam, sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya.

Penggolongan Alkoloid :
1.      Alkaloid sesungguhnya(True Alkaloid)
Bersifat basa (kecuali kolkhisin dan asam aristolokhat),toksik,lazim mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik (kecuali kolkhisin dan asam aristolokhat),diturunkan dari asam amino dan terdapat dalam bentuk garam dengan asam organik.Contoh : atropin, morfin.

2.      Alkaloid Sederhana (Protoalkaloid)
Merupakan amin yang relatif sederhana di mana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik, bersifat basa, dan diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino.Contohnya : meskalin(kaktus), ephedrin, N,N-dimetiltriptamin.

3.      Alkaloid semu (Pseudoalkaloid)
Tidak diturunkan dari prekursor asam amino, misal alkaloid terpen (aconitin : alkaloid diterpen), alkaloid dari jalur metabolisme asetat (coniin), dan sifat kebasaan rendah. Contoh : Alkaloid steroidal (contoh konessiin) dan purin (kaffein).

Berdasarkan atom nitrogen alkaloid dapat dibedakan menjadi :

1.      Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik
a.       Alkaloid Piridin
    Piperidin mempunyai satu cincin karbon, mengandung 1 atom nitrogen.Contohnya  Conium maculatum (Fam. Apiaceae) dan Nicootiana tabacum (Fam. Solanaceae).


b.      Alkaloid Tropan
     Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metil (N-CH3), dan mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sumsum tulang belakang. Contohnya Atropa belladona(Fam. Solanaceae), Hyoscyamus niger dan Kokain dari Erythroxylum coca (Fam. Erythroxylaceae).

c.       Alkaloid Quinnolin
  Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. Contohnya Cinchona ledgeriana(Fam.Rubiaceae) dan Quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax.


d.      Alkaloid Isoquinolin
    Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Contohnya Cytisus scoparius(Fam. Fabaceae).

e.       Alkaloid Indol
     Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol. Contohnya Ergine dan psilocybin, Reserpin dari Rauwolfia serpentine, Vinblastin dan vinkristin dari Catharanthus roseus(Fam. Apocynaceae).

f.       Alkaloid Imidazol
    Berupa  cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. Contohnya Jaborandi paragua(Fam. Rutaceae).


g.      Alkaloid Lupinan
      Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N. Contohnya Lunpinus luteus(Fam. Leguminoceae).

h.      Alkaloid Steroid
     Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4 cincin karbon. Contohnya Zigadenus venenosus(Fam. Solananceae).

i.        Alkaloid Purin
     Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. Contohnya Coffea arabica(Fam. Rubiaceae), Teh/ Camellia sinensis (Fam. Theaceae), Cola nitida(Fam. Sterculiaceae), dan Theobroma cacao.


2. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosiklik 

     a. Alkaloid Efedrin (Alkaloid amine)
Mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan atom nitrogen pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Contohnya Mescalin dari Lophophora williamsii, Ephedra sinica.

       b.  Alkaloid Amina
Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik, turunan sederhana dari feniletilamin dan asam amino fenilalanin atau tirosin-Ephedra sinica(Fam. Gnetaceae).


       c.  Alkaloid Capsaicin
Dari chile peppers, genus Capsicum, yaitu : Capsicum pubescens, Capsicum boccatum, Capsicum annuum, Capsicum frutescens, Capsicum chinense.

 
Alkaloid dihasilkan oleh banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid. Salah satu contoh tanaman alkoloid adalah pepaya yang merupakan penghasil papaine.

Permasalahan :
1. Seperti yg kita ketahui bahwa senyawa alkoloid itu mempunyai atom N,H dan C.Atom nitrogen pada senyawa alkaloid selalu jumlahnya lebih dari satu atom nitrogen. Menurut pendapat anda mengapa senyawa alkaloid ini memiliki atom nitrogen lebih dari satu?
2. Alkaloid terdapat ditumbuhan dan hewan. Menurut anda pada hewan apa saja yg mempunyai senyawa alkolid tersebut? Dan Apakah alkaloid pada hewan tersebut dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri ataukah juga dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya?
3.Menurut pendapat anda mengapa alkaloid digolongkan ke dalam metabolit sekunder? Apakah ia tidak berfungsi sebagai membantu dalam pertumbuhan pada Suatu makhluk hidup? Padahal kita tahu bahwa alkaloid ini banyak sekali terdapat pada tumbuhan.

Rabu, 09 Oktober 2019

Potensi Pemanfaaatan Flavonoid Untuk Makhluk Hidup
 
          Setiap tumbuhan umumnya mengandung satu atau lebih  senyawa  kelompok  flavonoid  dan  memiliki  komposisi kandungan flavonoid yang khas. Flavonoid  terdapat  hampir  di  semua  bagian  tumbuhan, seperti daun, akar, kulit tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Flavonoid adalah salah satu jenis antioksidan yang banyak terkandung dalam cokelat. Antioksidan itu sendiri bekerja menangkal radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas ditengarai sebagai penyebab berbagai penyakit kronis pada makhluk hidup khusunya manusia.

Sebagian  besar  flavonoid  alam  ditemukan  dalam  bentuk  glikosida, dimana  unit  flavonoid  terikat  pada  suatu  gula.  Flavonoid  dapat  ditemukan sebagai  mono-,  di-,  atau  triglikosida,  dimana  satu,  dua,  atau  tiga  gugus hidroksil  dalam  molekul  flavonoid  terikat  oleh  gula.  Poliglikosida  larut  dalam air dan hanya sedikit larut dalam pelarut-pelarut organic seperti eter,benzene, kloroform, dan aseton.

Berbagai tumbuhan dan tanaman yang mengandung senyawa flavonid ini di antaranya buah jeruk yang juga kaya akan Vitamin C. Kemudian ada grup Berry seperti strawberry dan blueberry. Aneka kacang – kacangan juga mengandung banyak Flavanoid. Selain itu ginko biloba, sayur bayam, semua jenis teh juga kayak akan Flavanoid.  Makanan lainnya seperti dark chocolate dan buah anggur ikut mengandung senyawa ini juga.Meski terdapat dalam berbagai tanaman, Flavanoid tidak terdapat pada tanaman ganggang, jamur, juga mahluk hidup bakteri. 

Berikut beberapa potensi pemanfaatan flvonid untuk makhluk hidup :

1.      Rosella. 


Ekstrak rosella dipercaya baik untuk mengobati kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes tipe 2. 

2.      Apel. 

Di dalam apel terkandung flavonoid bernama quercetin yang dapat mencegah serangan jantung, mencegah katarak, mengendalikan asma, dan mempercepat pemulihan kenaikan asam lambung.

3.      Red wine 

Yang kaya akan kandungan flavonoid yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Jika Anda tidak minum alkohol, manfaat flavonoid yang sama dapat Anda raih dari mengonsumsi anggur ungu segar. Kandungan flavonoid ini terdapat pada kulit anggur.

4.      Sirsak. 


Buah sirsak kaya akan fenol (sejenis flavonoid), potasium, vitamin C, dan E yang dikatakan berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti kanker dan hipertensi. Antioksidan pada sirsak juga dapat membantu menangkal radikal bebas.

5.      Belimbing wuluh 

Yang tinggi Vitamin C, asam oksalat, tannin, asam amino, dan flavonoid yang dipercaya bermanfaat mengobati hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, dan diabetes. Namun hati-hati jangan kebanyakan belimbing wuluh karena buah ini mengandung banyak asam oksalat yang dapat memicu batu ginjal atau memperparah konsisi gagal ginjal akut jika dikonsumsi kebanyakan.

6.      Kacang kedelai. 

Salah satu sumber flavonoid yang tinggi terdapat pada kacang kedelai. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kacang kedelai diduga bermanfaat mencegah kanker payudara, membantu menurunkan kadar gula darah tinggi, mengurangi kolesterol, dan membantu meredakan gejala menopause. Namun manfaat flavonoid yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Manfaat flavonoid akan lebih besar pengaruhnya jika dikonsumsi dalam bentuk alaminya, bukan dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Meski begitu, terlepas dari bentuk flavonoid apa yang Anda dapatkan (entah bentuk alami dari makanan atau dari suplemen), Anda tetap perlu berhati-hati ketika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Senyawa flavonoid dapat berinteraksi dengan beberapa obat.

Permasalahan :
1. Senyawa terpenoid bernama quercetin terdapat pada buah apel,dimana khasiatnya dapat mempercepat pemulihan kenaikan asam lambung.Menurut pendapat anda bagaimana sistem kerjanya dalam mengatasi masalah tersebut? dan apakah ketika asam lambung kita naik,bisakah kita dengan langsung mengkonsumsi buah tersebut agar pemulihan kenaikan asam lambungnya bisa di atasi?
2. Seperti yang kita ketahui bahwa flavonoid dapat diperoleh dengan mengkonsumsinya secara alami dan dapat juga dikonsumsi dari suplement. Menurut anda, manakah yang lebih baik khasiatnya dikonsumsi secara langsung ataukah dengan suplement?
3.Menurut pendapat anda mengapa senyawa flavonoid sangat kaya atau sangat besar terdapat pada tanaman yang mengandung vitamin C? Mengapa tidak pada tanaman yang mengandung vitamin D,vitamin A dan lain-lainnya?